Pagiku, cerahku, Matahari bersinar, Kugendong tas merahku, Di pundak.
S'lamat pagi semua, Kunantikan diriimu.
Di depan kelasmu, menanti kami. Guruku tersayang, Guru tercinta, Tanpamu, apa jadinya aku
Penggalan lagu yang berjudul " Guru Ku Sayang" karya musisi ternama Nasional Melly Goeslaw diatas, seakan menjadi ikonik tersendiri pada setiap perayaan Hari Guru dan HUT PGRI setiap tahunya. sambutan meriah dari para siswa menjadi sebuah peristiwa bersejarah yang sangat penting bagi sang guru.
Dari sisi lain, Perayaan Hari Guru Nasional yang juga bertepatan HUT PGRI yang ke 77 tahun 2022 di Kabupaten Tanah Bumbu, serasa begitu sangat spesial, gegap gempita kemeriahan sangat dirasakan oleh segenap insan pendidik di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, upacara perayaan dilaksanakan dimana pun baik di tingkat kecamatan, maupun di sekolah masing-masing. kemeriahan-kemeriahan itu tidak hanya dibagikan secara nyata dirasa, namun juga kemerihan itu merambah ke berbagai media sosial yang familiar dengan insan pendidik. Ucapan-ucapan Selamat Hari Guru dan Hut PGRI baik itu berupa player maupun tiwibbon yang memajang poto-poto kemeriahan para guru setelah mengikuti upacara bertembaran di berbagai platform medsos, menjadikan sebuah syiar kepada masyarakat umum tentang eksistensi pendidikan yang mulai berkembang menuju relevansi ke pendidikan modern.
Kemeriahan tersebut tidak hanya sampai disitu saja, bagi mereka guru-guru milenial kemeriahan mereka berlanjut dengan saling bertukar kado kepada teman sejawat mereka, sebagai tanda penghormatan dan kasih sayang mereka kepada profesi yang mereka jalankan saat ini. Terpotret dari kegiatan, tidak hanya kegembiraan yang bersifat kontekstual saja, namun emosional pun terjadi ketika apresiasi terhadap guru-guru yang purna bakti, rasa haru pun terjadi ketika apresiasi tersebut diserahkan secara langsung kepada mereka di hadapan guru-guru muda, hal ini menjadi simbolisasi bagai mana peran guru-guru senior yang berkarya demi memajukan pendidikan di Tanah Air Tercinta pada umumnya dan Tanah Bumbu pada khusus nya, sampai dimasa mereka menjadi tua, itu menjadi sebuah semangat buat kita, bagi guru-guru yang masih melajutkan perjuangan mereka.


0 komentar:
Posting Komentar